Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi geopolitik global yang dinilai dapat memengaruhi industri pasar modal di Indonesia. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan perhatian tersebut menjadi fokus OJK dalam mencermati dinamika yang terjadi di pasar modal saat ini.
Hasan menuturkan, selain tekanan geopolitik, kondisi perekonomian serta kebijakan di dalam negeri juga menjadi perhatian pelaku pasar, terutama investor, dalam mengambil keputusan investasi. Menurutnya, faktor domestik dan global sama-sama berpotensi memengaruhi persepsi serta sentimen di pasar modal.
“Jadi betul apa yang terjadi belakang ini tentu akan terus merupakan fokus pemantauan kami mencermati apa yang terjadi di pasar sebagai dampak baik apa yang terjadi di domestik kita maupun terutama kondisi geopolitik global yang memang langsung tidak langsung akan mempengaruhi persepsi dan sentimen di pasar modal kita,” ujar Hasan dalam konferensi pers di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Hasan juga menyampaikan bahwa sejak awal tahun, OJK akan terus mendorong percepatan reformasi integritas di pasar modal. Upaya itu mencakup penegakan hukum, penelitian terhadap tingkat kepatuhan, pemberian sanksi yang terukur, serta penguatan keterbukaan informasi.
Selain itu, OJK disebut akan tetap fokus mengawal proposal yang telah diajukan kepada para penyedia indeks (index provider) global. Hasan menegaskan, langkah-langkah tersebut diarahkan untuk mengedepankan transparansi dan integritas agar pasar modal Indonesia semakin kredibel di mata investor, termasuk investor global, serta menjadi tempat investasi yang nyaman.

