Otoritas Keuangan Bisnis New Hampshire (The New Hampshire Business Finance Authority) berencana menerbitkan obligasi yang didukung bitcoin (BTC) senilai USD 100 juta atau sekitar Rp 1,69 triliun, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980. Instrumen surat utang tersebut telah memperoleh peringkat Ba2 dari lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service.
Menurut pernyataan Moody’s, obligasi yang diterbitkan melalui lembaga negara semi-public itu akan dibagi menjadi dua kelas dengan saldo awal total USD 100 juta. Namun, nilai saldo untuk masing-masing kelas belum ditentukan.
Moody’s menjelaskan, peringkat Ba2 menunjukkan kewajiban yang dinilai dapat bersifat spekulatif dan memiliki risiko yang cukup besar. Dalam penilaiannya, Moody’s menyatakan telah mempertimbangkan berbagai risiko yang relevan, terutama yang berkaitan dengan jaminan transaksi, struktur, serta risiko operasional dari sejumlah penyedia layanan.
Dalam skema yang diuraikan, obligasi tersebut akan dijamin dengan pinjaman yang didukung oleh bitcoin. Meski diterbitkan melalui otoritas publik, obligasi itu distrukturkan sebagai kewajiban dengan jaminan terbatas. Artinya, pembayaran kepada investor hanya dapat dilakukan dari hasil penjualan jaminan bitcoin, tanpa adanya dana publik yang memenuhi syarat untuk membayar kembali.
BitGo disebut akan berperan sebagai kustodian yang menyimpan jaminan bitcoin dalam dompet terpisah. Selain itu, BitGo juga akan bertindak sebagai agen likuidasi yang bertanggung jawab melikuidasi bitcoin untuk kebutuhan pembayaran bunga dan pokok obligasi.
Obligasi ini juga akan menerapkan mekanisme pengamanan standar melalui pengujian nilai pasar jaminan secara berkala. Jika rasio pinjaman terhadap nilai (loan-to-value/LTV) memburuk, kondisi tersebut akan memicu penebusan wajib obligasi. Moody’s mencatat cakupan jaminan awal ditetapkan pada 1,60x, dengan pemicu LTV pada 1,40x—tingkat yang dinilai konsisten dengan target peringkat.
Hingga kini, waktu peluncuran resmi obligasi tersebut belum diketahui.
Rencana penerbitan obligasi ini muncul di tengah upaya sejumlah entitas publik di Amerika Serikat yang terus mengeksplorasi adopsi kripto. Dalam perkembangan terkait, Departemen Tenaga Kerja AS pada Senin mengusulkan aturan yang memungkinkan kripto dimasukkan dalam rencana program pensiun 401(k), sebagai respons terhadap perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, perhatian komunitas kripto juga tertuju pada aktivitas Elon Musk. CEO Tesla itu sempat mengunggah konten bertema bitcoin di media sosial X untuk pertama kali dalam beberapa bulan, berupa gambar penari dengan logo bitcoin di latar belakang tanpa keterangan tambahan.
Tesla saat ini disebut memiliki 11.509 bitcoin dengan nilai sekitar USD 762 juta atau Rp 12,94 triliun, menggunakan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.990. Sementara itu, bitcoin disebut diperdagangkan pada kisaran USD 66.250 atau sekitar Rp 1,12 miliar.
Selain itu, X juga memperkuat langkah ekspansinya ke sektor keuangan dengan merekrut kepala desain baru, Benji Taylor, yang memiliki pengalaman di industri kripto. Taylor sebelumnya dikenal sebagai pendiri Los Feliz Engineering, tim di balik dompet kripto self-custody Family, serta pernah berkarier di Aave Labs dan Base, jaringan blockchain berbasis Ethereum yang dikembangkan oleh Coinbase.