Pemerintah Kota Cirebon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan finansial di era digital, termasuk dalam melawan praktik keuangan ilegal.
Penegasan itu mengemuka dalam kegiatan Talkshow “Cerdas Finansial di Era Digital: Edukasi Masyarakat dalam Melawan Praktik Keuangan Ilegal” yang digelar di kantor OJK Cirebon, Senin, 9 Februari 2026. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Talkshow menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian Kota Cirebon Iing Daiman, Kasatreskrim Polres Cirebon Kota AKP Adam, serta Manajer OJK Cirebon Vidayani.
Dalam paparannya, Iing Daiman menyampaikan bahwa pemerintah tidak dapat bergerak sendiri dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat untuk membangun agen-agen sosialisasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan warga.
“Mari kita bangun kembali apa yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Kita tingkatkan peran agen sosialisasi dan edukasi, termasuk dalam melakukan intervensi tindakan jika diperlukan,” ujar Iing.
Iing juga menyoroti fenomena banyaknya pelaku UMKM yang kerap mengeluhkan kekurangan modal usaha. Kondisi tersebut, kata dia, sering dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menawarkan pinjaman dengan proses yang terlalu mudah.
“Di satu sisi teknologi memudahkan, namun di sisi lain ada potensi menjebak masyarakat. Hanya dengan sekali klik, tiba-tiba seseorang bisa terjerat utang,” ujarnya.
Ia pun mengimbau para pelaku UMKM agar lebih cerdas dan bijak dalam menghadapi tawaran pengelolaan keuangan digital.

