Penerbitan obligasi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di Asia Tenggara mengalami penurunan tajam pada kuartal II 2025. Dalam periode tersebut, penerbitan obligasi ESG tercatat merosot 75%.
Sementara itu, penurunan pada instrumen pembiayaan lain berbasis ESG berlangsung lebih terbatas. Pinjaman berbasis ESG turun 7,6% menjadi sebesar USD7,7 miliar.

