BERITA TERKINI
Pengamat: Tiga Dampak bagi Indonesia Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

Pengamat: Tiga Dampak bagi Indonesia Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik

Pengamat komoditas sekaligus pendiri Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono, menilai Indonesia berpotensi menghadapi sejumlah dampak negatif apabila harga minyak dunia terus meningkat seiring berlanjutnya perang Iran versus Israel. Menurutnya, sebagai salah satu negara net importir minyak, Indonesia akan merasakan efeknya melalui tekanan pada anggaran negara, biaya impor, hingga inflasi.

Pertama, kenaikan harga minyak dinilai dapat meningkatkan beban subsidi energi, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM). Wahyu menjelaskan pemerintah kerap menetapkan harga BBM bersubsidi, seperti Pertalite atau Solar, di bawah harga pasar internasional untuk menjaga daya beli masyarakat. Ketika harga minyak dunia naik, selisih antara harga pasar dan harga jual subsidi melebar sehingga pemerintah harus menanggung selisih tersebut dalam bentuk subsidi. Kondisi ini, menurutnya, membuat beban subsidi dari APBN berpotensi membengkak signifikan. Selain BBM, subsidi listrik dalam jangka panjang juga bisa terdampak karena sebagian besar pembangkit listrik masih menggunakan BBM atau gas yang harganya dapat terindeks ke harga minyak.

Kedua, Indonesia berisiko menghadapi pembengkakan biaya impor minyak dan gas. Wahyu menyebut Indonesia masih mengimpor minyak mentah dan BBM dari sejumlah negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor minyak mentah Indonesia mayoritas berasal dari Arab Saudi, Angola, Nigeria, Amerika Serikat, dan Australia. Sementara itu, impor BBM masih didominasi dari Singapura. Ia menilai, ketika harga minyak naik, nilai impor migas Indonesia akan meningkat tajam, membebani neraca pembayaran, dan berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Pelemahan rupiah, lanjutnya, dapat memperburuk biaya impor dan menciptakan tekanan berulang.

Ketiga, kenaikan harga minyak disebut berpotensi memicu tekanan inflasi. Wahyu menilai kenaikan harga minyak secara langsung dapat meningkatkan biaya transportasi dan logistik di seluruh rantai pasok. Dampaknya, harga barang dan jasa lain berisiko ikut naik. Jika inflasi tinggi, kondisi tersebut dapat mengikis daya beli masyarakat dan menekan pertumbuhan ekonomi. Ia menambahkan, pemerintah mungkin perlu mengeluarkan kebijakan untuk meredam inflasi yang juga dapat berdampak pada APBN, misalnya melalui bantuan sosial.

Wahyu menyatakan, untuk mengantisipasi efek kenaikan harga minyak, pemerintah dapat menempuh sejumlah langkah seperti meningkatkan subsidi, menyesuaikan harga BBM, mengoptimalkan produksi minyak domestik, hingga melakukan diversifikasi sumber energi.