Rumah Sakit Umum Tan Uyen mencatat rata-rata hampir 150 pasien diperiksa dan dirawat setiap hari, dengan hari-hari puncak mencapai lebih dari 200 pasien. Seiring meningkatnya kebutuhan layanan, suasana di area pembayaran kini berubah: antrean panjang untuk pembayaran tunai yang dulu kerap terjadi mulai berkurang, karena sebagian besar pasien beralih menggunakan pembayaran nontunai melalui pemindaian kode QR atau transfer lewat aplikasi perbankan.
Salah satu pasien, Hang A Sao dari Desa Ho Bon, Komune Muong Khoa, menceritakan pengalamannya saat membawa kerabat ke unit gawat darurat pada akhir Januari 2026. Ia mengaku tidak sempat menyiapkan uang tunai dan sempat ragu saat harus membayar. “Seorang staf rumah sakit membimbing saya tentang cara membayar dengan memindai kode QR di ponsel saya. Hanya butuh beberapa menit untuk membayar biaya rumah sakit; saya tidak perlu menarik uang tunai,” ujarnya.
Sebelumnya, mayoritas transaksi biaya rumah sakit dilakukan secara tunai. Kondisi ini membuat kasir menghabiskan banyak waktu untuk menghitung uang, sementara pasien harus mengantre dan menunggu. Di sisi lain, rumah sakit juga memerlukan waktu dan tenaga untuk mengumpulkan serta menyetor uang, sekaligus menghadapi risiko dalam proses penyimpanan uang tunai.
Sejak 2020, RS Umum Tan Uyen berkoordinasi dengan Bank Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Vietnam untuk menerapkan berbagai metode pembayaran nontunai. Opsi yang disediakan meliputi pembayaran melalui kartu ATM/VISA/MASTER pada perangkat POS, aplikasi Agribank E-Mobile Banking, serta pemindaian kode QR. Dengan skema ini, pasien dapat menyelesaikan pembayaran hanya melalui ponsel atau kartu bank.
Namun, pada fase awal penerapan, rumah sakit menghadapi sejumlah kendala. Banyak pasien masih mengandalkan uang tunai karena belum terbiasa dengan metode seperti SmartBanking, InternetBanking, dan dompet elektronik. Kelompok lansia menjadi tantangan tersendiri karena sebagian tidak menggunakan ponsel pintar atau belum memiliki rekening bank. Selain itu, pembayaran nontunai juga berpotensi menghadapi gangguan teknis, seperti kesalahan sistem saat transfer yang menyebabkan saldo pasien terpotong tetapi dana belum masuk ke rekening rumah sakit, atau hambatan pembayaran akibat pemeliharaan sistem perbankan, peningkatan layanan, maupun koneksi jaringan yang tidak stabil.
Untuk mengatasi situasi tersebut, rumah sakit meningkatkan komunikasi guna mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, termasuk membantu pasien memperoleh kartu bank bila diperlukan. RS Umum Tan Uyen juga bekerja sama dengan penyedia jaringan untuk meninjau infrastruktur teknologi informasi, meningkatkan perangkat lunak manajemen, serta membangun konektivitas yang lebih lancar antara proses pemeriksaan, layanan penunjang (paraklinis), dan pembayaran. Sejumlah metode pembayaran fleksibel—seperti QR, dompet elektronik, dan transfer bank—diterapkan untuk mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan transparansi pendapatan serta pengeluaran, sekaligus mengoptimalkan alur pemeriksaan dan pengobatan serta mengurangi tekanan pada petugas.
Wakil Direktur RS Umum Tan Uyen, Dr. Doan Van Dung, mengatakan pembayaran nontunai dijadikan salah satu kriteria penilaian kualitas layanan. “Rumah sakit telah menyelenggarakan pelatihan bagi staf, menugaskan personel untuk bertugas membimbing pasien, dan memasang pemindai kode batang di semua loket pembayaran. Awalnya, masih ada sedikit ketidakbiasaan, tetapi sekarang sebagian besar orang sudah terbiasa dan puas dengan metode ini,” ujarnya.
Menurut data rumah sakit, tingkat pembayaran nontunai meningkat pesat hingga mencapai lebih dari 80% saat ini. Angka tersebut naik 15,1% dibandingkan akhir 2024 dan melampaui target yang ditetapkan sebesar 15%. Rumah sakit menilai masyarakat semakin merasakan manfaat pembayaran nontunai, antara lain mempersingkat waktu tunggu di loket pembayaran, mengurangi potensi penularan silang penyakit, menghilangkan kebutuhan membawa uang tunai dalam jumlah besar, menekan risiko kehilangan atau pencurian, serta memberikan kemudahan karena transaksi dapat dilakukan langsung dari perangkat pribadi.
Dr. Doan Van Dung menambahkan, pembayaran nontunai menjadi langkah penting dalam reformasi administrasi layanan kesehatan untuk meningkatkan transparansi transaksi dan kepuasan pasien. Ke depan, RS Umum Tan Uyen akan melanjutkan kerja sama dengan pihak bank guna mendorong penerapan platform pembayaran online nontunai, e-commerce, dan layanan digital. Rumah sakit juga menargetkan penghubungan data pembayaran elektronik dengan rekam medis agar masyarakat dapat melacak dan mencari pengeluaran medis secara mudah dan aman, sebagai bagian dari upaya membangun layanan kesehatan yang lebih modern dan ramah.