JAKARTA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin masuk sebagai Top Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional tahun 2025. Rumah sakit ini mengusung inovasi RUSA BERLIAN (Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan) dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Direktur RSUD Cabangbungin dr. Erni Herdiani menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Ia berharap RSUD Cabangbungin dapat meraih hasil terbaik di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur, karena semua kerja keras RSUD Cabangbungin dihargai dan mendapat apresiasi tinggi sehingga masuk final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2025, dan untuk sampai ke tingkat Nasional ini tidak mudah,” kata Erni, Sabtu (26/7/2025).
Erni menjelaskan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, baik dari internal RSUD maupun dukungan perangkat daerah. Ia menyebut dukungan datang dari Bupati Bekasi, Wakil Bupati, serta sejumlah instansi, di antaranya Dinas Kesehatan, Balitbangda, Ortala, Diskominfosantik, BKPSDM, Inspektorat, dan pihak lainnya.
Selain unsur pemerintah daerah, RSUD Cabangbungin juga bekerja sama dengan lebih dari 30 pemangku kepentingan, termasuk unsur pentahelix yang melibatkan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media. Menurut Erni, masukan, saran, dan kritik membangun dari berbagai pihak berperan dalam pengembangan inovasi tersebut.
Ia menuturkan, Rusa Berlian lahir dari kebutuhan untuk memperkuat layanan rujukan kesehatan di wilayah utara Kabupaten Bekasi, yang aksesnya jauh dari pusat kota. Saat mulai bertugas di RSUD Cabangbungin pada 2023, Erni melihat pemanfaatan rumah sakit belum optimal, tercermin dari Bed Occupancy Rate (BOR) yang saat itu hanya 17,8 persen, sementara angka ideal disebut berada pada kisaran 60–80 persen.
Setelah dilakukan analisis, RSUD Cabangbungin dinilai perlu melakukan transformasi pelayanan melalui inovasi agar masyarakat memperoleh informasi layanan yang memadai, disertai peningkatan kompetensi, kecepatan layanan, dan penguatan pelayanan prima. Dari proses tersebut lahir inovasi Rumah Sakit Berorientasi Pelayanan atau Rusa Berlian.
Menurut Erni, program ini awalnya terdiri dari 14 inovasi di bidang manajemen, pelayanan, dan penunjang medis. Seiring pengembangan, jumlahnya bertambah menjadi 17 inovasi dan disebut terus berkembang. Sejumlah inovasi yang tergabung di dalamnya sudah diterapkan sebelum 2023, kemudian direvitalisasi dan ditambah dengan inovasi baru yang terintegrasi serta dimonitor secara berkala.
Erni juga menyebut merek Rusa Berlian telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektualnya di Kementerian Hukum dan HAM. Inisiatif ini mulai dikembangkan sejak pertengahan 2023 dan berlanjut hingga saat ini.
Terkait dampak, Erni menyatakan masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bekasi kini lebih merasakan keberadaan layanan rujukan kesehatan di RSUD Cabangbungin. Ia menyebut sebelumnya masih banyak warga yang belum mengetahui atau belum merasakan keberadaan rumah sakit tersebut.
Selain itu, akses layanan rujukan diklaim meningkat karena bertambahnya layanan unggulan, sehingga lebih banyak pasien dapat ditangani di RSUD Cabangbungin tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit lain. Erni juga menyampaikan layanan menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien seiring upaya peningkatan kompetensi dan pelayanan prima.
“Alhamdulillah masyarakat jadi lebih nyaman berobat di RSUD Cabangbungin. Ini dapat terlihat dengan semakin meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat, dari hanya 84,05 di tahun 2022 sekarang sudah 93,07 dengan kategori sangat baik,” kata Erni.

