BERITA TERKINI
Rupiah Menguat ke Rp16.790 per Dolar AS, IHSG Naik 1,24% ke Level 8.131

Rupiah Menguat ke Rp16.790 per Dolar AS, IHSG Naik 1,24% ke Level 8.131

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting dari AS. Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatra Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan pelemahan dolar AS turut menjadi pendorong penguatan pasar keuangan domestik.

Pada perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, rupiah ditutup menguat di level Rp16.790 per dolar AS. Seiring dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,24% ke level 8.131,738. Gunawan menyebut IHSG sempat terkoreksi pada sesi perdagangan pagi dan menyentuh level terendah di 8.011.

Menurutnya, penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, di antaranya BUMI, BMRI, BBRI, TLKM, dan ASII. Secara keseluruhan, tercatat 556 saham menguat, sementara 144 saham melemah.

Gunawan menilai menguatnya mayoritas bursa saham di Asia turut mendorong kinerja IHSG. Di saat yang sama, penurunan indeks dolar AS (USD Index) serta imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun ikut memperkuat rupiah terhadap dolar AS.

Ia juga menyebut minimnya sentimen pasar di kawasan Asia memberi ruang bagi penguatan pasar keuangan domestik. Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi penting AS yang berpotensi mengubah arah pergerakan pasar pada perdagangan berikutnya. Gunawan mengatakan, sejauh ini spekulasi pasar cenderung mengarah pada kemungkinan kebijakan moneter yang lebih longgar.

Dengan kondisi tersebut, ia menilai rupiah dan IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan. Jika rilis data ekonomi AS mendukung peluang pemangkasan suku bunga acuan dalam waktu dekat, harga emas dunia berpotensi kembali melanjutkan tren kenaikannya.

Pada perdagangan sore hari, Gunawan menyampaikan harga emas masih bertahan stabil di kisaran 5.046 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,73 juta per gram.