Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan hidup yang terus berkembang, kemampuan mengelola keuangan keluarga dinilai menjadi keterampilan penting bagi aparatur sipil negara (ASN). Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berpengaruh pada stabilitas ekonomi keluarga, tetapi juga dapat mendukung ketenangan dalam bekerja dan peningkatan kinerja profesional.
Untuk merespons kebutuhan tersebut, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Kepegawaian Negara (BKN) menggelar sharing session ke-45 bekerja sama dengan Penerbit Raja Gravindo. Kegiatan ini mengangkat tema “Manajemen Keuangan Keluarga ASN Berbasis Syariah untuk Kesejahteraan Berkelanjutan”.
Sharing session ini diikuti para ASN dan menghadirkan Dr. Setiawan Budi Utomo sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kesejahteraan tidak selalu identik dengan besar kecilnya penghasilan. Menurutnya, ada orang yang berpenghasilan tetap, bahkan tinggi, namun tetap hidup dalam kecemasan.
Dr. Setiawan Budi menjelaskan bahwa kesejahteraan mencakup kecukupan ekonomi, ketenangan batin atau psikologis, keamanan masa depan, serta keharmonisan keluarga. Karena itu, manajemen keuangan diperlukan untuk membantu mencapai aspek-aspek tersebut secara lebih terencana.
Ia juga mengaitkan pengelolaan keuangan dengan nilai ASN yang selaras dengan prinsip syariah, yakni BerAKHLAK. “Kita harus kelola dengan nilai BerAKHLAK-nya prinsip syariah, yaitu kepanjangan dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif,” ujarnya.
Adapun landasan nilai syariah dalam manajemen keuangan keluarga yang disampaikan meliputi prinsip halal dan thayyib, larangan israf dan tabdzir (boros dan mubazir), keseimbangan antara konsumsi, tabungan, dan investasi, keadilan dalam pembiayaan, serta tanggung jawab sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
Dengan demikian, pengelolaan keuangan keluarga ASN dinilai tidak semata ditentukan oleh besarnya penghasilan, melainkan oleh cara mengelola keuangan secara bijak dan terencana. Penerapan prinsip syariah dan nilai BerAKHLAK disebut menjadi landasan untuk mendorong kesejahteraan yang lebih menyeluruh.