Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026), meski sempat menguat pada awal sesi. Pelemahan indeks terjadi ketika sejumlah saham di sektor barang baku, energi, dan perindustrian menjadi penekan utama pergerakan pasar.
IHSG mengakhiri perdagangan di level 7.389,39, turun 0,69% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Pada pagi hari, IHSG sempat dibuka di zona hijau dengan penguatan sekitar 1%. Namun, setelah itu pergerakan indeks berfluktuasi hingga berbalik ke jalur merah dan bertahan melemah sampai penutupan.
Dari sisi sektoral, saham-saham barang baku mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 1,33%. Sejumlah emiten yang menekan sektor ini antara lain PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) yang turun 6,54%, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang merosot 5,58%, serta PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) yang melemah 4,91%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam kelompok LQ45 juga turut membebani IHSG. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 7,23%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 6,33%, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 5,83%, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 5,11%.
Dengan penutupan melemah ini, laju IHSG bergerak berlawanan arah dengan penguatan bursa saham Asia pada hari yang sama.

