Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali menjadi perhatian karena dampaknya terhadap kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Situasi ini menempatkan The Fed pada posisi yang serba sulit dalam menentukan langkah kebijakan moneter.
Di tengah tekanan dan ketidakpastian yang dipicu oleh perang dagang, The Fed dihadapkan pada pilihan untuk mempertahankan kebijakan yang ada atau mempertimbangkan penurunan suku bunga, sebagaimana pernah terjadi pada periode perang dagang sebelumnya.
Perkembangan tensi dagang kedua negara tersebut dinilai berpengaruh terhadap pertimbangan The Fed, mengingat kebijakan suku bunga menjadi salah satu instrumen utama untuk merespons perubahan kondisi ekonomi.

