BERITA TERKINI
Harga Minyak Menguat Usai Anjlok Tajam, Bursa Asia Diperkirakan Dibuka Menguat

Harga Minyak Menguat Usai Anjlok Tajam, Bursa Asia Diperkirakan Dibuka Menguat

Harga minyak mentah kembali menguat pada awal perdagangan hari ini, memulihkan sebagian kerugian setelah mencatat penurunan harian terdalam dalam empat tahun terakhir. Ketidakpastian terkait pasokan minyak mentah terus mengguncang pasar, sementara bursa saham Asia diperkirakan memulai perdagangan di zona hijau.

Minyak mentah AS (WTI) melonjak lebih dari 5% pada jam-jam awal perdagangan. Sehari sebelumnya, harga minyak sempat anjlok 12% pada Selasa (10/3) ketika sentimen pasar bergejolak akibat pernyataan yang saling bertentangan dari pemerintahan Trump mengenai perang di Iran.

Di pasar ekuitas, kontrak berjangka mengindikasikan penguatan moderat di Sydney dan Hong Kong. Tokyo juga diperkirakan dibuka lebih kuat, setelah indeks S&P 500 menghapus kenaikan sebelumnya.

Gejolak di pasar energi turut menambah tekanan pada obligasi pemerintah AS (Treasury). Tekanan tersebut tidak hanya dipicu kekhawatiran atas prospek konflik Iran, tetapi juga oleh maraknya penjualan utang korporasi serta lemahnya hasil lelang obligasi AS senilai US$58 miliar.

Kekhawatiran bahwa gangguan pasokan yang lebih dalam dapat memicu kembali inflasi dan memperlambat ekonomi disebut menahan pergerakan harga obligasi.

“Para trader terus terombang-ambing oleh aksi harga yang intens dan volatilitas ekstrem pada minyak mentah, di mana berita utama memicu ayunan tajam harian,” ujar Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Group. Ia menambahkan, “Pasar terasa seperti sedang berdagang di tengah 'kabut perang'; bereaksi secara real-time mengikuti kejadian, alih-alih bergerak secara teratur.”