BERITA TERKINI
IHSG Ditutup Melemah 0,69% ke Level 7.389 Jelang Libur Panjang Lebaran 2026

IHSG Ditutup Melemah 0,69% ke Level 7.389 Jelang Libur Panjang Lebaran 2026

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu sore, seiring kecenderungan investor melakukan trading jangka pendek menjelang libur panjang Lebaran 2026. Tekanan juga terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

IHSG ditutup turun 51,51 poin atau 0,69% ke posisi 7.389,40. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan melemah 7,69 poin atau 1,01% ke level 752,25.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyampaikan investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik tersebut, sekaligus menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan berikutnya.

Dari kawasan, bursa saham Asia ditutup bervariasi pada Rabu sore, dengan pelaku pasar menantikan perkembangan konflik di Timur Tengah. Pasar juga mempertimbangkan pesan yang dinilai saling bertentangan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump terkait Selat Hormuz.

Menteri Energi AS Chris Wright sempat mengklaim di media sosial bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal sebuah kapal tanker, namun unggahan tersebut dihapus setelah Gedung Putih membantah adanya operasi tersebut. Pada saat yang sama, Pentagon menyatakan AS dan Israel telah melakukan serangan paling intens terhadap Iran dan akan berlanjut hingga Teheran dikalahkan, yang bertentangan dengan pernyataan Presiden Trump sebelumnya bahwa konflik dapat segera berakhir.

Pergerakan IHSG pada hari ini diawali dengan penguatan, namun kemudian berbalik ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG bertahan di area merah hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat. Sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,06%, disusul sektor kesehatan naik 0,38% dan sektor properti naik 0,30%.

Sementara itu, tujuh sektor terkoreksi. Sektor energi turun paling dalam sebesar 1,69%, diikuti sektor barang baku yang melemah 1,66% dan sektor industri turun 1,09%.

Adapun saham yang mencatat penguatan terbesar adalah UANG, NTEV, DEFI, KUAS, dan PTMP. Sementara saham dengan pelemahan terbesar yakni INPC, ICON, INDY, ENRG, dan AADI.

Aktivitas perdagangan tercatat sebanyak 1.849.112 transaksi, dengan volume 32,19 miliar saham dan nilai transaksi Rp15,68 triliun. Sebanyak 312 saham menguat, 366 saham melemah, dan 139 saham tidak bergerak.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 777,00 poin atau 1,43% ke 55.025,40. Indeks Hang Seng melemah 61,14 poin atau 0,24% ke 25.898,76. Indeks Shanghai naik 10,29 poin atau 0,25% ke 4.133,43, sedangkan indeks Strait Times menguat 3,17 poin atau 0,07% ke 4.863,81.