BERITA TERKINI
IHSG Menguat 1,44% di Pembukaan, Sentimen Geopolitik Mereda Dorong Rebound Pasar

IHSG Menguat 1,44% di Pembukaan, Sentimen Geopolitik Mereda Dorong Rebound Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (10/3/2026) dengan penguatan. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,44% atau 105,67 poin ke level 7.443,04, dengan pergerakan didominasi penguatan saham.

Penguatan indeks pada pagi hari ini dikaitkan dengan meredanya tensi geopolitik global. Sentimen tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan sinyal bahwa operasi militer terhadap Iran sudah hampir selesai atau “very complete”, lebih cepat dari perkiraan sebagian pelaku pasar yang sebelumnya memperkirakan konflik dapat berlangsung lebih dari satu bulan.

Perubahan sentimen itu turut memengaruhi pasar energi. Harga minyak dunia yang sempat menyentuh sekitar US$120 per barel dilaporkan turun menuju kisaran US$90 per barel. Penurunan ini juga dikaitkan dengan laporan bahwa negara-negara G7 tengah berdiskusi untuk melepas cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasokan global.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai kondisi tersebut mendorong respons cepat dari investor. “Pernyataan itu (Trump) menurunkan risk premium geopolitik dan memicu short covering serta dip-buying di pasar saham,” ujarnya.

Meski demikian, pasar masih berpotensi bergerak volatil. Pelaku pasar disebut tetap mencermati risiko gangguan di Selat Hormuz serta data tenaga kerja Amerika Serikat yang dinilai mengindikasikan potensi pelemahan ekonomi atau stagflasi.

Sejalan dengan penguatan IHSG, sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan pada sesi pagi. Beberapa saham yang menguat antara lain PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 11,64% ke Rp163, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) melonjak 9,62% ke Rp114, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 7,8% ke Rp304, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menguat 7,69% ke Rp154, serta PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) naik 7,62% ke Rp1.130.

Data RTI mencatat 395 saham menguat pada menit-menit awal perdagangan, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp1 triliun.

Penguatan pagi ini juga terjadi di tengah ekspektasi teknikal yang sebelumnya disebut memprediksi pelemahan, menyusul indikator Stochastic dead cross. Namun, pergerakan IHSG menunjukkan sentimen global tetap menjadi faktor yang kuat memengaruhi dinamika pasar saham domestik.