Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 10 Maret, meski sejumlah saham mencatatkan penurunan dan masuk jajaran top loser. Berdasarkan data perdagangan, IHSG berakhir di level 7.440,91 atau naik 103,54 poin setara 1,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sepanjang sesi, pergerakan IHSG berlangsung fluktuatif. Indeks dibuka di 7.443,05, sempat menyentuh level tertinggi 7.499,82 dan terendah 7.372,82 sebelum akhirnya mengakhiri perdagangan di zona hijau. Nilai transaksi pasar tercatat sekitar Rp18,56 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 357,07 juta lot dan frekuensi lebih dari 2,01 juta kali.
Di tengah penguatan indeks, saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) menjadi yang paling dalam terkoreksi. ENZO ditutup di Rp65 per saham setelah turun 3 poin atau 4,41 persen. Nilai transaksi ENZO sekitar Rp4,07 miliar, dengan volume 610,63 ribu saham dan frekuensi transaksi sekitar 3,44 ribu kali.
Berikutnya, saham PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS) melemah 18 poin atau 4,39 persen ke level Rp392 per saham. Aktivitas perdagangan TRUS tercatat kecil, dengan nilai transaksi sekitar Rp447,60 ribu dan volume 11 ribu saham.
Saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) juga turun 8 poin atau 4,26 persen menjadi Rp180 per saham. Nilai transaksi CASH mencapai Rp884,59 juta, dengan volume perdagangan sekitar 50,16 ribu saham.
Tekanan turut terjadi pada saham PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi dan anak usaha PT Pertamina Hulu Energi. ELSA ditutup turun 35 poin atau 4,17 persen ke Rp805 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp230,64 miliar, volume 2,89 juta saham, dan frekuensi lebih dari 31,81 ribu kali.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut masuk daftar pelemahan terbesar setelah turun 250 poin atau 4,17 persen ke Rp5.750 per saham. Nilai transaksi TPIA tercatat sekitar Rp53,07 miliar, dengan volume perdagangan sekitar 89,34 ribu saham.
Selanjutnya, saham PT SLJ Global Tbk (SULI) turun 4 poin atau 4,00 persen ke Rp96 per saham. Nilai transaksi SULI sekitar Rp561,98 juta, dengan volume 59,21 ribu saham.
Saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) melemah 12 poin atau 3,92 persen dan ditutup di Rp294 per saham. Nilai transaksi BAIK tercatat sekitar Rp520,61 juta, dengan volume perdagangan sekitar 17,10 ribu saham.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga terkoreksi 80 poin atau 3,90 persen menjadi Rp1.970 per saham. Nilai transaksi PGAS mencapai sekitar Rp322,53 miliar, dengan volume 1,66 juta saham dan frekuensi transaksi sekitar 27,77 ribu kali.
Saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) turun 16 poin atau 3,83 persen ke Rp402 per saham. Nilai transaksi FOLK sekitar Rp2,58 miliar, dengan volume 64,96 ribu saham.
Daftar top loser dilengkapi oleh saham PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) yang melemah 5 poin atau 3,82 persen ke Rp126 per saham. Nilai transaksi TRJA tercatat sekitar Rp36,66 juta, dengan volume perdagangan sekitar 2,89 ribu saham.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG tidak diikuti seluruh emiten. Selain faktor teknikal seperti aksi ambil untung dan rotasi sektor, pelaku pasar juga mencermati sentimen global. Salah satu perhatian adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait potensi gangguan jalur distribusi energi dunia di Selat Hormuz, yang dinilai berpotensi memicu volatilitas di pasar energi dan pasar saham global, termasuk Indonesia.

