BERITA TERKINI
IHSG Menguat Saat Pasar Mencermati Perkembangan Konflik AS-Israel dan Iran

IHSG Menguat Saat Pasar Mencermati Perkembangan Konflik AS-Israel dan Iran

Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka menguat di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang memicu ketidakpastian global.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 43,86 poin atau 0,59 persen ke posisi 7.484,77. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,81 poin atau 0,50 persen ke posisi 763,75.

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai bahwa meski terjadi rebound di pasar saham dan penguatan rupiah, pasar keuangan Indonesia masih berpotensi menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini seiring ketidakpastian global yang dinilai tetap tinggi.

Dari kawasan Timur Tengah, volatilitas pasar dipicu oleh informasi yang simpang siur terkait keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Sempat muncul klaim bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal kapal tanker, namun klaim tersebut kemudian dibantah oleh pemerintah AS. Di sisi lain, terdapat laporan bahwa Iran diduga menempatkan ranjau di Selat Hormuz, yang menambah kekhawatiran investor dan masih memberi tekanan pada pasar saham global.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, harga minyak mentah pada pukul 09.40 WIB tercatat menguat. Minyak jenis WTI naik 1,67 persen ke level 84,84 dolar AS per barel, sementara minyak Brent naik 1,36 persen ke level 88,99 dolar AS per barel.

Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi AS yang dinilai akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, pada pertemuan FOMC berikutnya. Jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, suku bunga tinggi berpeluang dipertahankan lebih lama, yang dapat menguatkan dolar AS serta menekan pasar saham dan mata uang negara berkembang.

Dari sisi makroekonomi kawasan Asia, sejumlah data disebut menunjukkan perbaikan fundamental, antara lain revisi pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal IV-2025 menjadi 0,3 persen serta surplus perdagangan China yang mencapai 213,62 miliar dolar AS.

Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan konferensi pers kondisi fiskal oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait perkembangan APBN Februari 2026. Perhatian juga tertuju pada percepatan seleksi pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah gejolak global. Sementara itu, Bank Indonesia melaporkan Indeks Penjualan Riil Januari 2026 tumbuh 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pergerakan bursa global pada perdagangan sebelumnya bervariasi. Di Eropa, bursa saham kompak menguat pada Selasa (10/03), dengan Euro Stoxx 50 naik 2,73 persen, FTSE 100 Inggris naik 1,59 persen, DAX Jerman naik 2,39 persen, dan CAC naik 1,79 persen. Namun di Wall Street, indeks utama melemah, dengan Nasdaq Composite turun 0,04 persen ke 24.856,47, S&P 500 turun 0,21 persen ke 6.781,48, dan Dow Jones melemah 0,07 persen ke 47.706,51.

Di kawasan Asia pada pagi hari ini, indeks Nikkei menguat 1.139,40 poin atau 2,10 persen ke 55.387,80. Indeks Hang Seng naik 54,73 poin atau 0,21 persen ke 26.014,63, dan indeks Shanghai naik 3,47 poin atau 0,08 persen ke 4.126,62. Sementara itu, indeks Strait Times melemah 9,70 poin atau 0,20 persen ke 4.850,93.