JAKARTA — Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia menembus Rp 25.000 triliun pada 2031.
Target tersebut disampaikan Hasan saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Hasan menyebut proyeksi itu menjadi bagian dari target kinerja strategis lima tahun ke depan hingga 2031 apabila dirinya lolos dalam proses uji kelayakan dan kepatutan untuk menjadi salah satu pimpinan OJK.
“Kami menetapkan proyeksi-proyeksi kinerja strategis periode 5 tahun ke depan sampai dengan 2031 dimana ditargetkan kapitalisasi pasar akan mencapai angka Rp 25.000 triliun atau mencapai sekitar 80 persen dari angka PDB nasional,” ujar Hasan.
Selain kapitalisasi pasar, Hasan juga menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat menjadi 30 juta investor pada periode yang sama.
Adapun hingga akhir 2025, total investor pasar modal—yang terdiri dari investor saham, obligasi, dan reksa dana—mencapai 20,3 juta investor. Angka ini meningkat 36,67 persen dibandingkan akhir 2024. Sementara untuk investor saham dan surat berharga lainnya, jumlahnya bertambah lebih dari 2,2 juta menjadi 8,59 juta investor saham.
Hasan turut menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) berada di level Rp 35 triliun per hari. Sebagai perbandingan, RNTH pada akhir 2025 tercatat Rp 18,06 triliun per hari.
“Sejalan dengan itu terjadi peningkatan baik di sisi jumlah emiten maupun jumlah dana kelolaan dari para investor,” kata Hasan.
Dalam paparannya, Hasan juga menyampaikan harapan agar delapan rencana aksi reformasi integritas pasar modal yang diusungnya dapat diturunkan menjadi program strategis dalam lima klaster reformasi integritas yang telah disusun.
“Kita harapkan segala sesuatunya dapat diimplementasikan secara terarah, terukur, dengan indikasi dan target waktu pencapaian yang sudah dicanangkan sehingga kita harapkan kita bersama dapat mengawal kegiatan ini semua untuk memberikan dampak nyata bagi penguatan berkelanjutan di sektor PMDK,” tuturnya.

