BERITA TERKINI
Mahniar Sinaga Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini untuk Membentuk Anak Mandiri

Mahniar Sinaga Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Sejak Dini untuk Membentuk Anak Mandiri

Medan — Penggiat literasi Indonesia, Mahniar Sinaga, menilai literasi keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini karena menjadi keterampilan hidup yang tidak hanya berkaitan dengan uang, tetapi juga membentuk karakter anak agar mandiri dan bertanggung jawab.

Mahniar menjelaskan, literasi keuangan merupakan kemampuan mengelola, merencanakan, serta mengambil keputusan yang bijak terkait keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks pendidikan, ia menyebut literasi keuangan dapat membantu anak menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan tidak konsumtif.

Menurutnya, masa anak-anak merupakan waktu yang tepat untuk membentuk kebiasaan baik. Melalui program kokurikuler yang dijalankannya, anak-anak dinilai lebih mudah memahami konsep sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belajar bersabar dalam menggunakan uang. Ia menambahkan, kebiasaan tersebut akan memudahkan anak ketika kelak harus mengelola keuangan saat dewasa.

Guru SD 068008 Medan itu juga memaparkan sejumlah pemahaman dasar yang perlu dimiliki anak, antara lain mengenali perbedaan kebutuhan dan keinginan, memahami sumber uang, mengelola uang saku dengan bijak, serta memahami usaha dan proses memperoleh uang beserta hak dan kewajiban yang menyertainya.

Mahniar menyebut, pemahaman tersebut memberi sejumlah manfaat. Anak dinilai dapat lebih bertanggung jawab terhadap uangnya, tidak mudah boros atau konsumtif, serta memiliki kemampuan merencanakan masa depan. Ia mencontohkan kebiasaan menabung selama satu semester untuk kebutuhan outing class sebagai salah satu bentuk pembuktian. Selain itu, anak juga diharapkan lebih mandiri dan percaya diri dalam mengambil keputusan.

Ia menambahkan, literasi keuangan tidak hanya dapat diperoleh dari sekolah. Menurut Mahniar, keluarga sebagai pendidik pertama berperan penting, disusul lingkungan masyarakat seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta media digital melalui video edukasi dan permainan edukatif.

Dalam praktiknya, Mahniar menyampaikan materi literasi keuangan dengan cara yang menyenangkan dan kontekstual. Ia menggunakan buku cerita sebagai pemantik, mengajarkan pengelolaan uang saku dan tabungan, serta mengajak siswa bermain peran dalam kegiatan jual beli. Siswa juga diajak membuat celengan kreatif, berdiskusi tentang pengalaman menggunakan uang, hingga mengikuti cerdas cermat memakai aplikasi digital seperti Wayground atau Quizizz.

Mahniar berharap anak-anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap generasi saat ini tumbuh menjadi pribadi yang bijak mengelola keuangan, tidak konsumtif, serta mampu merencanakan masa depan.

“Yang paling penting, mereka memiliki karakter jujur, disiplin, serta bertanggung jawab, baik di masa kini maupun ketika diamanahkan menjadi seorang pemimpin,” ujarnya.