Jakarta—Menteri Luar Negeri periode 2009–2014 Marty Natalegawa menilai pasang surut hubungan Amerika Serikat (AS) dan China berpotensi memberi dampak luas terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Menurut Marty, pemerintah Indonesia perlu bersikap proaktif untuk mengantisipasi berbagai konsekuensi dari dinamika panas-dingin hubungan kedua negara tersebut. Ia menekankan bahwa efeknya dapat merembet ke banyak sektor.
Dampak ke berbagai sektor
Marty menyebut dampak hubungan AS–China tidak hanya terkait perdagangan atau investasi, tetapi juga dapat memengaruhi sektor-sektor lain, mulai dari kesehatan hingga teknologi.
Fokus pada ketahanan Indonesia
Ia menilai hal terpenting saat ini adalah membangun ketahanan Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah. Dengan ketahanan yang lebih kuat, Indonesia dinilai lebih siap merespons berbagai kemungkinan dampak yang muncul.
Pandangan tersebut disampaikan Marty dalam dialog bersama Syarifah Rahma di program Squawk Box CNBC Indonesia, Senin (20/11/2023), yang turut membahas dampak pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden bagi kondisi global serta bagaimana Indonesia sebaiknya menyikapinya.

