Jakarta – PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp2,79 triliun sepanjang 2025. Perolehan ini tumbuh 8,48% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,57 triliun.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak diikuti pertumbuhan laba. Laba bersih AMAG tercatat turun sekitar 41% menjadi Rp156,48 miliar dari Rp265,24 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan laba bersih terjadi seiring meningkatnya beban jasa asuransi menjadi Rp1,71 triliun, naik dari Rp1,44 triliun pada tahun sebelumnya. Selain itu, beban kontrak reasuransi milik bersih juga meningkat menjadi Rp699,49 miliar dari Rp684,01 miliar.
Dari sisi investasi, AMAG mencatat hasil investasi sebesar Rp162,61 miliar. Sementara pendapatan keuangan dari kontrak reasuransi mencapai Rp117,56 miliar. Di sisi lain, beban keuangan dari kontrak asuransi meningkat menjadi Rp145,59 miliar.
Pada pos beban umum dan administrasi, perseroan mencatat kenaikan menjadi Rp342,99 miliar dari Rp329,96 miliar, atau naik 3,95%.
Adapun posisi keuangan AMAG menunjukkan total aset sebesar Rp5,74 triliun, dengan liabilitas Rp3,58 triliun dan ekuitas Rp2,16 triliun.
Di pasar saham, harga saham AMAG pada penutupan perdagangan Senin (30/3) ditutup melemah 5,70% ke level Rp430 per saham, dari posisi pembukaan Rp456 per saham.