Aktivitas pasar modal Indonesia menguat pada periode 16–20 Februari 2026. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan kinerja perdagangan saham dan satu pencatatan obligasi baru selama sepekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,72% dan ditutup di level 8.271,767, menguat dibanding pekan sebelumnya di posisi 8.212,271. Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,35% menjadi Rp14.941 triliun.
Peningkatan aktivitas terlihat dari rata-rata frekuensi transaksi harian yang melonjak 11,99% menjadi 3,06 juta kali transaksi, dari 2,73 juta kali pada pekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian juga naik 3,87% menjadi 47 miliar lembar saham, sementara rata-rata nilai transaksi harian bertambah 3,02% menjadi Rp23,89 triliun.
Dari sisi aliran dana, investor asing mencatatkan beli bersih Rp240,57 miliar pada akhir pekan. Meski demikian, secara kumulatif sepanjang 2026 investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp14,42 triliun.
Di sisi pasar obligasi, pada Rabu (18/2/2026) PT Energi Mega Persada Tbk resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 di BEI dengan nilai pokok Rp1,15 triliun. Obligasi tersebut memperoleh peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dalam penerbitan ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.
BEI juga mencatat data instrumen pendapatan tetap yang telah terdaftar. Sepanjang tahun 2025, BEI mencatatkan 20 emisi obligasi dan sukuk dari 13 emiten dengan total nilai Rp15,71 triliun. Hingga saat ini terdapat 672 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dengan nilai nominal outstanding Rp549,76 triliun serta US$134,01 juta, yang diterbitkan oleh 133 emiten.
Untuk Surat Berharga Negara (SBN), jumlah yang tercatat di BEI mencapai 190 seri dengan nilai nominal Rp6.674,24 triliun dan US$352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 7 emisi dengan nilai Rp3,69 triliun.

