BERITA TERKINI
SBC Medical Catat EPS Kuartal IV 2025 Naik 133%, Pendapatan Turun 11%

SBC Medical Catat EPS Kuartal IV 2025 Naik 133%, Pendapatan Turun 11%

SBC Medical Group Holdings Incorporated (Nasdaq: SBC) mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal IV tahun fiskal 2025 dan kinerja setahun penuh 2025. Periode kuartal IV mencakup tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember 2025, sedangkan setahun penuh mencakup dua belas bulan yang berakhir pada tanggal yang sama.

Pada kuartal IV 2025, perusahaan membukukan total pendapatan sebesar US$40 juta, turun 11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada SBC Medical Group tercatat US$14 juta, naik 117% secara tahunan.

Laba per saham (EPS) kuartal IV mencapai US$0,14, meningkat 133% dari tahun ke tahun. Perusahaan mendefinisikan EPS sebagai laba bersih yang dapat diatribusikan kepada perusahaan dibagi jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar.

Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA kuartal IV tercatat US$14 juta, turun 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Margin EBITDA berada di level 34%, turun 12 poin persentase secara tahunan. Perusahaan juga melaporkan laba atas ekuitas sebesar 23%, naik 9,8 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Sepanjang kuartal tersebut, jumlah lokasi waralaba mencapai 283 per 31 Desember 2025, bertambah 34 lokasi dibandingkan 31 Desember 2024. Jumlah pelanggan dalam dua belas bulan terakhir yang berakhir pada 31 Desember 2025 tercatat 6,6 juta, naik 12% dari tahun ke tahun. Tingkat kunjungan berulang—pelanggan yang datang dua kali atau lebih—dilaporkan sebesar 72%.

Untuk setahun penuh 2025, SBC Medical mencatat pendapatan US$174 juta, turun 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada SBC Medical Group meningkat 9% menjadi US$51 juta. EPS setahun penuh tercatat US$0,50, naik 4% secara tahunan.

EBITDA setahun penuh 2025 mencapai US$70 juta, turun 21% dari tahun sebelumnya, dengan margin EBITDA 40% atau turun 3 poin persentase dibandingkan tahun lalu.

Chairman dan Direktur Utama SBC Medical, Yoshiyuki Aikawa, menyatakan kinerja 2025 mencerminkan bisnis yang sedang berada dalam masa transisi. Ia menjelaskan penurunan pendapatan terutama dipengaruhi oleh restrukturisasi bisnis pada 2024 serta revisi perjanjian biaya waralaba yang diterapkan pada April 2025.

Menurut Aikawa, di balik penurunan pendapatan, profitabilitas inti perusahaan meningkat. Ia menyebut margin laba bersih naik dari 23% menjadi 29% seiring tidak berulangnya kompensasi berbasis saham terkait IPO dan kerugian penurunan nilai yang membebani hasil tahun sebelumnya. Ia juga menilai margin EBITDA yang turun dari 43% menjadi 40% sebagai tingkat yang lebih berkelanjutan.

Untuk kuartal IV, Aikawa menyoroti pemulihan pendapatan rata-rata per pelanggan menjadi US$316, naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan mengakhiri tahun dengan 283 lokasi klinik dan 6,63 juta kunjungan pelanggan per tahun.

Perusahaan dijadwalkan menggelar conference call pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 08.30 Waktu Timur (22.30 Waktu Jepang) untuk membahas kinerja keuangan dan menjawab pertanyaan. Rilis pendapatan, lampiran slide, serta arsip webcast akan tersedia di situs hubungan investor perusahaan.

SBC Medical merupakan Organisasi Layanan Manajemen yang mengoperasikan bisnis waralaba di berbagai bidang medis, termasuk kedokteran estetika tingkat lanjut, dermatologi, ortopedi, perawatan kesuburan, kedokteran gigi, pengobatan alopecia, dan oftalmologi. Perusahaan terdaftar di Nasdaq pada September 2024 dan pada Juni 2025 terpilih untuk dicantumkan dalam Indeks Russell 3000.