BERITA TERKINI
Vietnam Siapkan Insentif Pajak, Keuangan, dan Investasi untuk Perkuat Industri Semikonduktor

Vietnam Siapkan Insentif Pajak, Keuangan, dan Investasi untuk Perkuat Industri Semikonduktor

Pemerintah Vietnam menyiapkan penerapan kebijakan preferensial di bidang perpajakan, keuangan, dan investasi untuk mempercepat pengembangan industri semikonduktor. Langkah ini ditempatkan dalam konteks ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital yang dinilai menjadi pendorong utama pertumbuhan, sekaligus menegaskan posisi semikonduktor sebagai sektor strategis dalam rantai nilai global.

Dalam perkembangan kebijakan, pada 2025 Majelis Nasional mengesahkan 13 undang-undang yang secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan pengembangan industri semikonduktor. Salah satu yang disorot adalah Undang-Undang tentang Industri Teknologi Digital, disertai perubahan pada berbagai kebijakan untuk meningkatkan insentif bagi sektor teknologi tinggi. Perdana Menteri juga menerbitkan daftar teknologi strategis dan produk teknologi strategis, yang memasukkan industri semikonduktor.

Vietnam disebut telah berpartisipasi dalam hampir seluruh tahapan rantai nilai semikonduktor global. Negara ini menarik lebih dari 50 perusahaan desain chip yang mempekerjakan sekitar 7.000 insinyur, serta menjadi lokasi berbagai proyek pengemasan dan pengujian berskala besar. Total investasi asing langsung (FDI) di sektor semikonduktor dilaporkan telah melampaui US$14,2 miliar melalui 241 proyek.

Dari sisi sumber daya manusia, Vietnam memiliki lebih dari 166 universitas yang menawarkan program pelatihan teknologi teknik terkait semikonduktor, dengan sekitar 134.000 mahasiswa teknik setiap tahun. Selain itu, peletakan batu pertama pabrik manufaktur chip semikonduktor berteknologi tinggi pertama Vietnam pada 16 Januari 2026 disebut sebagai tonggak penting yang menandai tekad negara tersebut untuk secara bertahap menguasai teknologi dan meningkatkan kapasitas partisipasi dalam rantai nilai global.

Komite Pengarah menilai perkembangan industri semikonduktor berada di jalur yang benar dan telah meletakkan fondasi awal. Komite juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah kementerian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perusahaan yang dinilai berkontribusi dalam pembentukan ekosistem semikonduktor. Pihak yang disebut antara lain Kementerian Sains dan Teknologi, Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan; pemerintah daerah di Kota Ho Chi Minh, Da Nang, Bac Ninh, dan Thai Nguyen; Universitas Nasional Hanoi, Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh, dan Universitas Teknologi Hanoi; serta sejumlah perusahaan seperti Perusahaan Telekomunikasi dan Industri Militer, FPT, CMC, dan Phenikaa.

Meski demikian, pemerintah mengakui pengembangan industri semikonduktor merupakan tugas yang kompleks dan lintas sektor. Tantangan yang dicatat meliputi ekosistem industri domestik yang dinilai belum sepenuhnya berkembang, kekurangan sumber daya manusia berkualitas tinggi—terutama “insinyur praktisi” serta tenaga bergelar doktor dan magister di bidang terkait—hingga kebutuhan investasi modal besar dan infrastruktur teknis berstandar tinggi. Infrastruktur pendukung seperti listrik, air, energi terbarukan, serta fasilitas dan laboratorium penelitian dan pengembangan juga disebut memerlukan investasi dan peningkatan berkelanjutan. Di sisi lain, kerja sama internasional dinilai masih perlu diperluas, khususnya pada transfer teknologi dan pelatihan.

Komite Pengarah menyimpulkan 2026 akan menjadi tahun pertama pelaksanaan Resolusi Kongres Nasional Partai ke-14, sambil melanjutkan kebijakan utama terkait pengembangan sains, teknologi, inovasi, dan transformasi digital. Dengan motto aksi 2026 “Pelaksanaan yang tegas - Koordinasi yang sinkron - Fokus pada bidang-bidang utama - Menciptakan hasil yang nyata,” Kementerian Sains dan Teknologi diminta tetap berperan sebagai lembaga tetap Komite Pengarah, memimpin koordinasi, pemantauan, dan pengarahan pelaksanaan tugas, dengan fokus pada peningkatan riset dan pengembangan teknologi inti serta penguatan keterhubungan antara bisnis, lembaga riset, lembaga pelatihan, dan mitra internasional.

Dalam agenda penguatan kapasitas riset, Kementerian Sains dan Teknologi akan berkoordinasi untuk meninjau laboratorium di lembaga pelatihan (tidak termasuk 4 laboratorium bersama tingkat nasional dan 19 laboratorium tingkat institusional) guna menyusun kebutuhan modal serta mengidentifikasi kendala pendirian dan peningkatan laboratorium. Berdasarkan hasil itu, kementerian akan mengusulkan program dukungan dan mengajukannya kepada Kementerian Keuangan untuk pendaftaran serta alokasi dana dalam rencana investasi publik jangka menengah 2026–2030 dan sumber pendanaan darurat lain sesuai ketentuan.

Kementerian Sains dan Teknologi juga akan menyusun dokumentasi laboratorium model sebagai dasar penerapan, termasuk mengkaji mekanisme penggunaan bersama antar-laboratorium dan dukungan biaya operasional pada tahun-tahun awal, baik untuk sektor publik maupun swasta, dengan tetap memastikan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan.

Di sisi pengembangan produk, kementerian tersebut akan memimpin penyusunan daftar chip khusus untuk industri dan sektor tertentu yang akan dipesan oleh pemerintah, seperti chip untuk kamera AI, UAV, perangkat 6G, chip keamanan, dan chip IoT Vietnam. Laporan direncanakan disampaikan kepada Perdana Menteri pada kuartal II 2026.

Komite Pengarah bersama Kementerian Keuangan dan instansi terkait akan meneliti serta mengembangkan serangkaian indikator untuk mengukur perkembangan industri semikonduktor Vietnam, dengan tenggat penyelesaian kuartal II 2026. Komite juga akan berkoordinasi untuk menyelesaikan dan menyerahkan Rencana Aksi Komite Pengarah 2026 agar dapat diumumkan sebelum 31 Maret 2026.

Terkait insentif, Kementerian Keuangan diminta menerapkan secara efektif mekanisme dan kebijakan pajak, keuangan, dan investasi preferensial bagi sektor semikonduktor. Kementerian juga akan berkoordinasi dalam pengalokasian dan mobilisasi sumber daya untuk pengembangan infrastruktur riset dan inovasi serta pelatihan sumber daya manusia di bidang semikonduktor.

Pemerintah menekankan dorongan pada penarikan investasi secara selektif, terutama proyek teknologi tinggi, termasuk upaya menarik perusahaan global besar berinvestasi di Vietnam. Pemanfaatan Jaringan Inovasi dan Pakar Vietnam diharapkan mendukung riset, pengembangan, dan pelatihan. Pusat Inovasi Nasional juga didorong menjadi inti ekosistem inovasi semikonduktor, berperan menghubungkan investasi, menarik perusahaan teknologi global mendirikan pusat R&D, serta mendukung bisnis domestik, inkubasi, dan komersialisasi teknologi.

Kementerian Keuangan turut diminta menjalankan peran koordinasi dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan “Program Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Industri Semikonduktor hingga 2030, dengan visi hingga 2050,” serta melaporkan setiap tahun kepada Komite Pengarah. Selain itu, kementerian akan meneliti dan mengusulkan mekanisme pembebasan atau penangguhan sementara penyusutan untuk laboratorium semikonduktor dan aset publik bersama yang melayani inovasi serta industri semikonduktor saat menghitung harga layanan publik.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri diminta memperkuat kerja sama internasional di sektor semikonduktor dengan memanfaatkan sumber daya teknologi, pelatihan, dan investasi; mempererat hubungan dengan perusahaan teknologi, organisasi riset, serta pakar internasional; dan mendorong penyediaan beasiswa serta program dukungan pelatihan dari negara dan bisnis asing. Kementerian juga akan memperkuat komunikasi eksternal untuk mempromosikan citra Vietnam sebagai tujuan proyek teknologi tinggi.

Fokus pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Kementerian ini diarahkan untuk meningkatkan program pelatihan mikrochip semikonduktor, mempromosikan model keterkaitan Negara–Sekolah–Perusahaan, serta menyelesaikan persetujuan kebijakan investasi untuk laboratorium semikonduktor di bawah pengelolaannya sesuai hukum, yang dijadwalkan rampung pada Mei 2026. Selain itu, akan dikaji program pelatihan profesional semikonduktor Vietnam di luar negeri melalui beasiswa, serta upaya pelatihan ulang dan pelatihan lanjutan guna memperluas tenaga kerja insinyur dan ahli secara cepat.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan juga disebut tengah meneliti dan menyempurnakan kebijakan dukungan bagi pengembangan industri elektronik dan semikonduktor, termasuk memastikan ketersediaan energi dan infrastruktur untuk produksi teknologi tinggi. Pengembangan energi bersih dan terbarukan diprioritaskan untuk industri semikonduktor. Persetujuan kebijakan investasi untuk laboratorium semikonduktor di bawah pengelolaan kementerian ini juga ditargetkan selesai pada Mei 2026. Di bidang perdagangan, kerja sama didorong untuk menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan agar Vietnam dapat berpartisipasi lebih dalam dalam rantai pasokan teknologi tinggi global.

Di tingkat daerah, pemerintah meminta otoritas lokal proaktif menyiapkan infrastruktur yang tersinkronisasi—mulai dari lahan, listrik, air, sumber daya manusia, perumahan, hingga laboratorium—serta memperbaiki lingkungan investasi dan bisnis, mempercepat reformasi prosedur administrasi, dan segera mengatasi hambatan. Pemerintah daerah juga didorong menyusun kebijakan dukungan yang tepat untuk menarik proyek teknologi tinggi dan membentuk pusat-pusat industri semikonduktor.

Lembaga pelatihan dan penelitian diminta memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dalam pelatihan dan riset, memanfaatkan laboratorium dan pusat penelitian yang telah diinvestasikan secara efektif, serta memperluas kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas kapasitas pelatihan dan riset. Adapun komunitas bisnis didorong meningkatkan kemampuan teknologi, memperbesar investasi riset dan pengembangan, serta berpartisipasi lebih dalam dalam rantai nilai semikonduktor. Perusahaan FDI besar juga diharapkan terus memperluas investasi dan memperkuat kegiatan R&D di Vietnam, sekaligus meningkatkan keterhubungan dan kerja sama dengan perusahaan domestik untuk mengembangkan ekosistem industri semikonduktor.