Tokyo — Yen melanjutkan pelemahan tajam pada Selasa pagi dan turun ke level terendah dalam 15 tahun terhadap euro. Pergerakan ini terjadi ketika sikap Bank of Japan (BoJ) yang tetap dovish mendorong pelaku pasar valuta asing kembali aktif melakukan strategi yang dikenal sebagai carry-trade.
Euro tercatat stabil di 150,965 yen setelah sempat menyentuh 151,03 yen, level tertinggi sejak September 2008. Sementara itu, dolar AS nyaris tidak berubah di 137,375 yen, setelah sebelumnya menguat hingga 137,58 yen—tertinggi sejak 8 Maret. Pergerakan di atas 137,90 yen akan menandai level tertinggi dolar AS terhadap yen pada tahun ini.
BoJ dinilai belum akan mengubah kebijakan suku bunga negatif
Kepala strategi makro Jepang di Nomura Securities, Naka Matsuzawa, mengatakan indikasi bahwa BoJ tidak akan mengubah kebijakan suku bunga negatifnya dalam waktu dekat memberi ruang bagi spekulan untuk kembali menjual yen.
Menurutnya, penjualan aset First Republic Bank kepada JPMorgan Chase & Co juga turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek dolar AS. Matsuzawa menambahkan, peluang Federal Reserve (The Fed) melanjutkan kenaikan suku bunga—ketimbang mulai menurunkannya—kini dinilai sedikit lebih tinggi.
Fokus pasar pada Fed, ECB, dan data tenaga kerja AS
Terhadap dolar AS, euro relatif datar di 1,0982, diperdagangkan dekat bagian bawah kisaran pekan lalu. Pergerakan ini terjadi setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur AS jatuh ke level terendah tiga tahun pada bulan lalu, di tengah tekanan inflasi yang meningkat.
Kondisi tersebut membuat The Fed diperkirakan berada di jalur untuk menaikkan suku bunga seperempat poin pada Rabu (3/5/2023). Investor akan mencermati apakah bank sentral AS memberi sinyal akan menghentikan kenaikan suku bunga setelah Mei, atau tetap membuka peluang kenaikan lanjutan pada Juni atau setelahnya.
Petunjuk penting berikutnya berpotensi datang pada Jumat (5/5/2023) melalui rilis data ketenagakerjaan bulanan AS.
Di Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan menaikkan suku bunga untuk ketujuh kalinya berturut-turut pada hari berikutnya, dengan besaran 50 basis poin. Ekspektasi tersebut sebelumnya membantu mendorong euro ke puncak lebih dari satu tahun di 1,1096 dolar AS pada pekan lalu.
Kontras kebijakan BoJ dan agenda Golden Week
Berbanding terbalik dengan ECB, BoJ pada Jumat (28/4/2023) memilih mempertahankan stimulus moneter yang sangat longgar serta memulai peninjauan kebijakan yang dapat memakan waktu sekitar 1,5 tahun. BoJ juga menegaskan tidak terburu-buru untuk menormalkan kebijakan.
Keputusan ECB dan The Fed, serta rilis data pekerjaan AS, berlangsung ketika Jepang memasuki periode libur Golden Week yang dimulai Rabu (3/5/2023) hingga akhir pekan.
Dolar Australia menanti keputusan RBA
Di pasar lain, dolar Australia bergerak di tengah kisaran perdagangan terbaru terhadap dolar AS menjelang keputusan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada pukul 04.30 GMT. Pasar uang memposisikan peluang 87% untuk kebijakan tidak berubah, meski masih ada risiko kenaikan suku bunga pada paruh kedua tahun ini. Sekitar 11 basis poin pengetatan diperkirakan untuk pertemuan Agustus.
Dolar Australia naik 0,11% menjadi 0,6638 dolar AS, namun tetap bergerak dekat level acuan sekitar 0,66 dolar AS sejak Selasa (25/4/2023).

