Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kegiatan FK-IJK DIY Course untuk anggota FKIJK DIY dan mahasiswa di wilayah DIY. Kegiatan yang digelar di Kantor OJK DIY pada Rabu, 1 April 2026 itu mengusung tema “Funvestment Day: Edukasi SR024 & Tips Investasi Syariah”.
Kepala OJK DIY Eko Yunianto menyampaikan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, literasi dan inklusi keuangan syariah masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Tingkat literasi keuangan syariah secara nasional tercatat 43,42 persen, sementara inklusi keuangan syariah berada di angka 13,41 persen. Angka tersebut masih di bawah capaian keuangan konvensional, yakni 66,46 persen untuk literasi dan 80,51 persen untuk inklusi.
Menurut Eko, tantangan ke depan tidak hanya memperluas akses, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman dan sikap yang tepat terhadap layanan keuangan. Karena itu, edukasi keuangan dinilai perlu dilakukan secara masif.
Ia juga berharap edukasi tersebut dapat membuat masyarakat lebih percaya diri untuk memulai dan mengembangkan investasi secara cerdas, sesuai profil risiko, serta sejalan dengan prinsip syariah. Eko menambahkan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan tugas bersama yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pihak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan Sukuk Ritel seri SR024, instrumen investasi syariah yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia. SR024 merupakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel yang dikelola sesuai prinsip syariah, menawarkan imbal hasil tetap yang dibayarkan setiap bulan, serta dijamin oleh negara.
Acara ini turut dihadiri Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta sekaligus Wakil Ketua 3 FKIJK DIY, Irfan Noor Riza. Dalam sambutannya, Irfan menyampaikan apresiasi kepada OJK atas dukungan dan kerja sama dalam penyelenggaraan edukasi tersebut. Ia menilai dukungan itu mencerminkan sinergi antara regulator, pelaku industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lain dalam mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dari anggota FKIJK DIY dan mahasiswa di wilayah DIY. Narasumber yang hadir antara lain Deputi Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Agus Prasetya Laksono, serta Direktur Fixed Income PT Binaartha Sekuritas Adi Prasetia.
OJK DIY menyatakan akan terus berkomitmen memperkuat keuangan syariah melalui edukasi berkelanjutan, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta perluasan akses layanan keuangan syariah yang aman dan berkeadilan, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.